Rabu, 30 Januari 2008

Terima Kasih teman,.........................

pak samsudin, JZ 11 JBZ
pak didit JZ 11 DRU
mas anto Jz 11 JVS
mas agus,...
mas nouval anaknya pak didit.
teman teman RAPI wil 15 Kota Tegal,
teman teman RAPI Wil 14 Kab Tegal.
teman teman PMI UTDC kab tegal
teman teman guru Karyawan SMK n 2 Adiwerna Tegal
teman teman RSI Muhammadiya adiwerna tegal



dari
wildan Hermawan
JZ 11 JTI

Jumat, 11 Januari 2008

pak samsudin, maaf yah....

aku dapat undangan dari JZ 11 JBZ isinya tentang halal bi halal, waduh sory nggak bisa datang,.... aku harus jemput istri dari dines siang, ....repot deh
sory ya pak sam, juga temen temen yang lain,

aku masih dibelakang layar kok

bangun lagi semangat baru

tahun baru sudah memasuki hari ke 11, dan tahun baru muharam memasuki hari ke 2, aku mulai lagi isi blog ini
salam rapi 51 55
semoga tetap jaya diudara

Jumat, 05 Oktober 2007

RAPI WILAYAH 14 KABUPATEN TEGAL

menjelang hari raya Idul Fitri 1428 H, RAPI wilayah 14 Kab Tegal ikut berpartisipasi dalam rangka bantuan komunikasi bagi para pengguna jalan baik pemudik maupun masyarakat umu.
untuk pembagian Pos Bankomnya akan dilakukan menyusul, pengurus sedang menyusun jadwal. untuk peta pos seperti tahun lalu,
demikian sekilas info.
wildan hermawan
JZ 11 JTI

RAPI KOTA TEGAL SIAP BANTU KOMUNIKASI

RAPI Ikut Amankan Arus Mudik
TEGAL- Sebanyak 250 personel Radio Antarpenduduk Indonesia (RAPI) Kota Tegal siap diterjunkan dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran. Selain mendirikan posko sendiri, mereka juga akan ditempatkan di sejumlah titik rawan untuk ikut membantu tugas polisi.
Ketua RAPI, Siswo melalui Humas Abid Sabariang mengatakan, dalam membantu pengamanan arus mudik kali ini, pihaknya akan mendirikan tiga posko. Yakni, di depan Hotel Bahari Inn, di depan SMP Negeri 3, dan di depan Stasiun Besar.
Tiap posko dilengkapi berbagai peralatan medis untuk pertolongan pertama, obat-obatan, dan tempat istirahat bagi pemudik. "Kami telah bekerja sama dengan RSI Harapan Anda. Sebanyak 12 dokter profesional akan dilibatkan dan bertugas secara bergiliran," ujarnya.
Menurut dia, pengamanan arus mudik tersebut merupakan agenda rutin RAPI. Ke-250 personel nantinya secara bergilir mulai H-7 hingga H+7 akan disiagakan di tiap-tiap posko. Dia menambahkan, organisasinya tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan dan menyediakan tempat istirahat. Namun, setiap pemudik yang singgah ke posko RAPI juga akan diberi kenang-kenangan berupa suvenir menarik. (H38-65)
WILDAN HERMAWAN
JZ 11 JTI

Kamis, 27 September 2007

RAPI SIAP BANTU KOMINIKASI LEBARAN

Jalur Pantura Bergelombang dan Banyak Lubang
Semarang, CyberNews. Kondisi di sejumlah ruas jalan di jalur pantura, sejauh pemantauan Direktorat Lalu-Lintas (Ditlantas) Polda Jateng, masih perlu penanganan lebih serius. Sebab banyak jalan bergelombang dan berlubang yang membahayakan pemudik.
Hasil pemantauan itu disampaikan Dirlantas Kombes Drs Gatta Chairuddin, sebagai persiapan menjelang digelarnya Operasi Ketupat Candi 2007 yang bakal digelar pada H-7 dan H+7.
Menjawab pertanyaan sejumlah wartawan, Ditlantas menegaskan penanganan serius itu antara lain berupa upaya perbaikan yang kini telah dilaksanakan Bina Marga.
''Kondisi ini membuat peta kerawanan kecelakaan lalu-lintas mengalami banyak pergeseran. Sebab dulu ada ruas jalan yang dinyatakan aman, kini menjadi rawan. Demikian juga sebaliknya,'' terang dia didampingi Kabid Humas Polda Jateng Kombes Drs Syahroni, Jumat (14/9).
Lebih jelasnya, kata dia, peta daerah rawan kecelakaan pihaknya akan menyebarkan ke media massa baik cetak maupun elektronik, beberapa hari menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2007.
Rambu Hilang
Kerawanan kecelakaan juga terlihat dari banyaknya sejumlah rambu lalu-lintas yang hilang. ''Kita berkoordinasi dengan DLLAJ dan Dishub untuk menangani persoalan rambu-rambu ini,'' papar dia.
Jika ada jalan bergelombang yang belum bisa diperbaiki dalam waktu cepat, pihaknya mengantisipasinya dengan memberika tanda berupa rambu-rambu peringatan. Selain itu, ditempatkan sejumlah personel.
Khusus untuk mendukung operasi untuk pengamanan arus mudik dan arus balik, pihaknya akan menerjunkan sekitar 5.000 personel khusus dari jajaran lalu-lintas. Mereka akan disebar dan berjaga di sejumlah pos pengamanan (Pospam) dan titik-titik rawan kecelakaan lalu-lintas.
Selain itu, juga ada personel yang bekerja secara mobil. Yakni bergerak dari satu titik ke titik pengamanan lainnya. ''Personel ini juga untuk melakukan pengawalan bila ada pemudik tertentu yang datang secara berkelompok dalam jumlah banyak. Atau ada indikasi kerawanan tertentu''.
Jumlah personel sebanyak itu, lanjut dia, tentu akan bertambah. Mengingat yang diterjunkan dalam operasi tersebut bakal melibatkan kesatuan lain, instansi terkait dan sejumlah organisasi. Seperti TNI, Dishub, DLLAJ, Kesbanglinmas, Pramuka, RAPI dan Orari.

WILDAN HERMAWAN
JZ11JTI